Radiasi tidak dapat dilihat, didengar,
dicium, dirasakan atau diraba. Indera manusia tidak dapat mendeteksi radiasi sehingga
seseorang tidak dapat mengetahui kapan ia dalam bahaya atau tidak. Radiasi hanya dapat
diketahui dengan menggunakan alat, yang disebut monitor radiasi. Monitor radiasi
terdiri dari detektor radiasi dan rangkaian elektronik
penunjang. Pada umumnya, monitor radiasi dilengkapi dengan alarm yang akan mengeluarkan
bunyi jika ditemukan radiasi. Bunyi alarm semakin keras apabila tingkat radiasi yang
ditemukan semakin tinggi. Monitor radiasi umumnya digunakan hanya untuk mengetahui ada
atau tidaknya radiasi.
Monitor radiasi yang digunakan untuk mengukur jumlah radiasi atau dosis yang diterima oleh seseorang disebut dosimeter
perorangan dan monitor radiasi yang digunakan untuk mengukur kecepatan radiasi atau
laju dosis di suatu area dikenal dengan survaimeter. Alat-alat tersebut dapat
disamakan dengan indikator jarak dan speedometer pada mobil. Indikator jarak
menunjukkan berapa km atau mil yang telah dijalani oleh mobil, seperti halnya dosimeter
perorangan menunjukkan berapa dosis radiasi yang telah diterima oleh seseorang.
Speedometer menunjukkan pada kita beberapa km atau mil kecepatan mobil perjam, seperti
survaimeter menunjukkan berapa laju dosis radiasi.
Salah satu cara untuk mengukur dosis radiasi pada dosimeter perorangan
adalah berdasarkan pada tingkat kehitaman film jika terkena radiasi. Dengan memproses film
dan mengukur tingkat kehitamannya, dosis radiasi yang diterima oleh seseorang dapat
diperkirakan.
Cara lain untuk mengukur dosis adalah berdasarkan pada jumlah cahaya yang
dihasilkan pada bahan tertentu akibat oleh radiasi setelah dilakukan proses pemanasan.
Dosimeter perorangan ini disebut TLD (Thermo Luminescence Dosimeter). TLD lebih peka dan
akurat daripada dosimeter film dan dapat digunakan kembali setelah dilakukan proses
pembacaan dosis.
Berbeda dengan dosimeter perorangan yang memberikan informasi dosis
radiasi yang telah diterima, survaimeter memberikan informasi laju dosis radiasi pada
suatu area pada suatu saat. Hasil perkalian antara laju dosis yang ditunjukkan survaimeter
dan lama waktu selama berada di area merupakan perkiraan jumlah radiasi atau dosis yang
diterima bila berada di suatu area selama waktu tersebut. Dengan survaimeter ini seseorang
dapat menjaga diri agar tidak terkena radiasi yang melebihi batas yang diizinkan.
Sumber: http://www.batan.go.id/pusdiklat/elearning/proteksiradiasi/pengenalan_radiasi/1-4.htm
Tidak ada komentar:
Posting Komentar